Rabu, 04 Desember 2019

Pengalaman Apa sih yang Eersta Dapatkan Selama Mengikuti Aplikasi Multimedia Bimbingan dan Konseling?



Di semeter 3 ini, selama mengikuti mata kuliah aplikasi pengembangan multimedia bimbingan dan konseling, saya merasa lebih mengetahui mengenai aplikasaplikais yang digunakan untuk memberikan sebuah layanan mulai dari Power point, youtube, excel, blog dan masih banyak lagi. Kita juga bisa menganalisis kebutuhan siswa menggunakan google form yang sudah dipelajari sebelumnya Di mata kuliah ini kita sebagai pendidik (calon konselor) juga dituntut memiliki keterampilan dan kreativitas yang tinggi dalam mengembangkan sebuah media, mata kuliah ini asik dan menyenangkan menurut saya pribadi, bisa saling sama-sama belajar dan berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Mata kuliah multimedia ini di akhir pasti selalu ada pameran, pameran yang memamerkan hasil karya dari kita, dengan adanya pameran kita jadi tahu letak kekurangan karya kita melalui masukan-masukan dari pengunjung yang datang. Intinya, sangat bermanfaat sekali bagi diri saya pribadi.

Apa aja sih yang kami lakukan di pameran?


1    Setelah proses pembuatan media kelompok, kami melakukan Pameran 

  • Pameran multimedia diadakan pada Kamis, 14 November 2019 di selasar GKB FIP UM pada jam ke 5-6 ( Pukul 11.35-12.10 WIB )
  • Tujuan dari adanya pameran tersebut untuk menunjukkan kepada pengunjung mengenai macam-macam bentuk media atau metode pembelajaran salah satunya dengan video animasi, dengan adanya pameran membuat pengunjung di sekitar D2 FIP UM merasa tertarik dan berminat unuk melihatnya, dengan adanya 6 kelompok, pengunjung yang datang juga bisa membandingkan pengembangan video animasi oleh masing-masing kelompok sesuai dengan topik masing-masing yang dibahas. Selain itu, tujuan kami membuat video animasi agar siswa bisa mendapatkan materi atau pengetahuan dengan menggunakan video, jadi tidak terkesan membosankan, siswa bisa melihat sambil berimajinasi sendiri.
  • Dari hasil masukan-masukan mengenai video animasi yang kita buat, akhirnya ada sedikit yang kami ubah, dan kami tambahkan juga pengisi suara seperti masukan-masukan yang ada. Video animasinya juga kami prlambat agar nantinya siswa yang menerima bisa menangkap dengan jelas maksud dari tips dan trik cara mencatat yang benar.
  • Berikut ada beberapa foto-foto selama proses pameran berlangsung :  







Mau Tahu Gimana Pengalaman Saya Selama Pembuatan Video Animasi?

Simak satu persatu Yuk.





Halo sahabat-sahabat semuanya, selamat datang dan terimakasih sudah mengunjungi blog Eersta ya hehe. Saya akan mencoba berbagi pengalaman-pemngalaman belajar selama mengikuti mata kuliah “ Aplikasi Pengembangan Multimedia BK” nih, selamat membaca ya sahabat.



a.             Dalam pembuatan aplikasi multimedia BK, sebelumnya dibagi menjadi 6 kelompok, kebetulan kelompok yang saya dapatkan mengenai “Youtube”, setelah itu, awalnya sebelum kelompok kami memutuskan untuk mengembangkan aplikasi, kami membuat google form terlebih dahulu untuk disebarkan ke siswa SMA, kebetulan kelompok kami (kelompok 3) mendapatkan tugas untuk menganalisis kebutuhan pada siswa SMA. Kelompok kami beranggotakan 5 anak, semua saling bekerja sama, dalam pembuaan google form terdiri dari 20 pernyataan yang harus dijawab oleh responden (siswa SMA), pernyataan-pernyatan tersebut memuat 4 bidang esuai dengan layanan BK yaitu pribadi, sosial, belajar dan karir. Masing-masing bidang memuat 5 pernyataan. Penyebaran angket ( google form )dilakukan padatanggal 15-16 Oktober 2019 dengan jumlah responden sebanyak 70. Dari banyaknya responden tersebut kami menyimpulkan hasil analisis sesuai dengan pernyataan di setiap bidangnya, bidang pribadi kebanyakan siswa membutuhkan layanan mengenai cara agar dapat mengella waktu dengan baik, dibuktikan dengan hasil presentase siswa sebear 38,6%, bidang sosial siswa membutuhkan layanan mengenai cara menyampaikan pendapat dengan mudah yang dibuktikan dengan hasil presentase siswa sebesar 41,4%, bidang karir layanan yang dibutuhkan siswa mengenai cara mengetahui risiko atas plihan karir, dibuktikan dengan hasil presentase sebesar 28,6%,  bidang belajar siswa membutuhkan layanan mengenai cara mereview kembali materi yang diberikan guru disekolah, dibuktikan dengan hasil prsentase sebesar 28,6 %. Pada google form juga diberikan pertanyaan mengenai metode/cara seperti apa yang siswa SMA inginkan mulai dari video animasi, power point, mind mapping dan blog. Dari keempat metode pembelajaran, paling banyak siswa menginginkan metode pembelajaran dengan menggunakan video animasi, dibuktikan dengan jumlah siswa yang menginginkan video animasi sebanyak 55 siswa.

Dari hasil presentase mengenai google form tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa siswa SMA kelas 11 membutuhkan layanan mengenai cara mereview kembali materi yang diberikan guru di sekolah, kami mengambil topik tersebut untuk kami jadikan video animasi karena sesuai dengan presentasi yang paling tinggi dari ke empat bidang layanan BK. Jadi, kami akhirnya memutuskan untuk mengembangkan video animasi untuk siswa kelas 11 dengan topik “ Tips dan Trik Cara Mencatat” agar mereka ( siswa kelas 11 ) bisa mereview materi yang diberikan guru kemudian hasilnya kami upload ke dalam youtube.



b.      Penentuan media yang akan dikembangkan dan aplikasi yang digunakan          :

Dari analisis kebutuhan yang telah kami jabarkan di point sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan siswa kelas 11 yang lebih banak menginginkan metode pembelajaran dengan menggunakan media video animasi, jadi kami memutuskan untuk menggunakan aplikasi Powtoon. Menggunakan aplikasi powtoon ada beberapa kelebihan dan kekurangan. Selama proses pembuatan yang saya tahu, aplikasi powtoon kelebihannya antara lain mudah dan praktis untuk digunakan, di dalam aplikasi powtoon juga dilengkapi dengan gambar-gambar atau animasi sesuai dengan yang kita inginkan,  aplikasi powtoon juga cocok digunakan untuk membuat media sebagai bahan ajar karena tidak begitu formal dan tidak membosankan, lebih menarik dan interaktif, namun di samping itu semua, aplikasi powtoon menurut saya juga memiliki kekurngan tersendiri, di antaranya terkadang jika sambungan internet tidak terlalu kuat akan menyebabkan loading lama, jadi harus benar-benar memiiki sambungan internet yang tinggi agar bisa menjangkau, selain itu terkadang tidak semua orang bisa mengoperasikan aplikasi powtoon dengan baik, harus memiliki konsep dan ide-dide kreatif agar pesan yang tertulis dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa dan sesuai dengan layanan yang dibutuhkan.


c.      Penentuan materi yang akan dibahas

Dari hasil analisis kebutuhan, kebanyakan siswa kelas 11 memiliki kesulitan untuk mereview kembali materi atau catatan yang diberikan oleh guru. Jadi kami membuat dan mencari materi seputar” Tips dan Trik Cara Mencatat “. Dari situlah kami mencari referensi atau suber-sumber belajar untuk menguatkan pemahaman materi tentang cara mencatat yang benar agar sisswa mudah untuk mereviewnya, materinya kami cari seperti pada umunya, mencari di google kemudian kami ambil point-point pentingnya untuk kami masukkan dan kami kembangkan dengan aplikasi powtoon. Kami memasukkan materi mulai  dari arti pentingnya mencatat, di dalamnya ada beberapa cara membuat catatan yaitu bisa dengan mind mapping, membuat catatan dengan cara tulis susun ( cara membuat caatan dengan menuliskan point-point yang disampaikan oleh guru )



d.      Proses evaluasi presentasi di kelas maupun di pameran

Kami mengembangkan media pembelajaran dengan video animasi kurang lebih selama 2 minggu, mulai dari analisis kebutuhan hingga menentukan aplikasi yang cocok untuk mendukung pengembangan yang kami buat, setelah video animasi jadi, kelompok kami mempresentasikan hasilnya dan mendapat beberapa catatan dan tambahan dari Bu.Maya dan Bu.Riska serta dari teman-teman. Ada sedikit tambahan seperti akan lebih baik lagi jika ditambah dengan pengisi suara agar tidak terkesan monoton kalau hanya menggunakan musik dari aplikasi, durasinya juga terlalu cepat sehingga siswa belum sepenuhnya cepat meangkap maksud dari video yang telah kami buat, ada beberapa kalimat-kalimat yang masih salah (kurang teliti). Pendapat dari Bu Maya dan Bu.Riska kurang lebih sama dengan pendapat pengunjung yang hadir ketika pameran.




Minggu Pagi di CFD Idjen